Cakalele
Sorry ya baru posting sekarang..soalnya lagi syibukk(belajar donk) kan masih SMA.
Aku aku mau berbagi info mengenai tari cakalele yang berasal dari manado..
semoga dapat bermanfaat…..
Pada mulanya Cakalele ditarikan ketika pasukan negeri hendak maju ke medan perang. Mereka akan menarikan tarian ini dengan tarian dan gerakan yang khas. Tarian ini ibarat paduan ayam jago yang hendak disabung dan kelincahan gerakan rusa atau kijang. Pada masyarakat Ambon lambang ayam jago berwarna hitam merupakan simbol yang disukai. Hal ini dapat ditelusuri dalam lagu daerah yang menceritakan muasal negeri Ambon.
Alat musik sederhana yang mengiringi Tarian Cakalele yaitu tifa totobuang dan tiupan kulia bia yang terbuat dari kulit kerang berbentuk keong yang hanya didapat dari laut yang dalam.
Tarian Cakalele adalah perpaduan antara seni tata rias pakaian, seni tari, dan seni berperang. Pakaiannya berwarna-warni dihiasi dengan bulu burung Cendrawasih di atas topi penari, menyerupai motif kostum elite bangsawan pasukan kerajaan Inggris. Cakalele begitu populer di Kampong (desa) dan diminati oleh wisatawan lokal maupun asing.
Cakalele seakan menjadi objek wisata agama dan budaya yang menarik untuk diamati. Tarian Cakalele juga ada di daerah Kepulauan Maluku.Jika dilihat sepintas, gerakan Cakalele memang terkesan monoton, tidak variatif, dan memiliki pengulangan gerakan dalam hitungan keempat. Gerakannya dapat dipraktikkan oleh siapapun, dari pukulan tifa dan tiupan kuli bia pun dapat dipelajari dengan mudah.Tari Cakalele yang terdapat di Ambon memiliki varian dalam pementasan dan maknanya. Adapun varian tari Cakalele sebagai berikut:
Cakalele Banda merupakan tarian Cakalele yang paling indah bila dilihat dari seni tari dan artistiknya maupun mitos dan mistiknya. Karena itu tarian ini dipentaskan untuk menerima tamu-tamu terhormat yang datang ke Banda. Tidak setiap saat tarian Cakale bisa dipentaskan.
Hal ini karena waktu dan biaya yang dikeluarkan cukup banyak untuk sekali pentas, bahkan biayanya hingga mencapai jutaan rupiah. Sehingga Cakalele selalu berhubungan dengan ritual besar pada struktur adat Buka kampong dan Tutup Kampong.
Secara keseluruhan tarian Cakalele Banda terdiri dari penari, mai-mai, penabuk, pemukul tifa dan gong, pemegang umbul-umbul, serta pemuka adat dan personil pembantu. Mereka memainkan peranan yang berbeda-beda secara adat. Fungsi-fungsi mereka tidak bisa diubah atau diganti oleh personil lain. Untuk itu makna Cakalele merupakan simbol keutuhan yang sarat dengan ritual dan mistik.
Ritual Buka Kampong tidak saja melibatkan para penari dan struktur-struktur lain yang mengitari sistem tarian, akan tetapi melibatkan seluruh masyarakat Kampong. Unik dan menariknya, peserta upacara ritual Buka Kampong harus bersih (hati dan lingkungan).
Hal tersebut dipercaya masyarakat Banda sebagai ritual sehingga berkesan mistik. Kepercayaan ini selalu terbukti empiris. Apabila warga Kampong ada yang melanggar ketentuan adat, maka selalu ada korban warga Kampong yang jauh sakit.
Setelah acara Buka Kampong dilaksanakan, dalam rangkaian ini acara pementasan tarian Cakalele baru diperkenankan untuk digelar. Apabila dipandang pementasan sudah cukup atau tidak digelar, maka diakhiri dengan acara Tutup Kampong. Acara Tutup Kampong adalah puncak dari seluruh acara yang berhubungan dengan pementasan tarian Cakalele. Setelah acara, maka tidak diperkenankan untuk mementaskan tarian Cakalele sampai pada acara Buka Kampong di waktu yang lain.
Tari Cakalele Bulu Ayam ditarikan oleh orang laki-laki.Pakaian yang dikenakan ialah baju cele dan calana makasarkat pinggang serta Topi Bulu Ayam yang putih bersih.
Alat yang dipakai sebagai pelengkap adalah Parang dan Salawaku ( Perisai )
dan musik yang mengiringinya adalah Tifa dan Suling.Tari Bulu Ayam ditarikan oleh Wanita yang dipilih dari tiap-tiap Soa.Pakaian dan alat musik mirip pada Cakalele Bulu Ayam yang disesuaikandengan penerinya yaitu kaum wanita.Tarian adat hanya boleh pada upacara-upacara adat seperti pada Upacara pelantikan Raja.Perbaikan Rumah Adat Baileu dan lainnya.Sedangkan Tarian moderen auta kreasi baru ditarikan setiap dibutuhkannya, misalnya untuk menerima tamu di Desa.
risckylauw berkata,
Maret 5, 2008 pada 11:38 am
Akhirnya aku bisa nyelesaikan postinganku yang terbaru…
Ova berkata,
Maret 30, 2008 pada 3:36 am
aku lagi cari bahan buat presentasi wawasan nusantara (tugas kuliah).
Presentasiku tentang kesenian gorontalo. Barusan aku baca, katanya cakalele juga di bawakan di gorontalo sebagai penyambutan tamu agung. Itu gimana tuh?Apa mungkin sama ato ada bedanya ato emang ada yang niru?
Fifi dwi andika berkata,
April 16, 2008 pada 2:15 pm
thanx bgt…..
udh bantuin untuk tugas kesenianku yg menyebalkan..
bsa g’ tarian yg lain?
please..please..
i need it!!!!
wynona berkata,
Juli 31, 2008 pada 7:45 am
9a pentin9999 b9t c!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Ghaida Mastura berkata,
September 20, 2009 pada 11:18 am
Iya, gracias bgt. what a useful postingan
aku sekelompok sama fifi, makasih yaa *looh? hhaaha*
fi, emang tgas kesenian yg mna?? klo gk salah ingat kau ngoment 2minggu sblm UN.
kok aku gk ingat tgas ini ya??
hahaha, bodo amat deh. skrg kita udh chau dr smp.
2NE1—>I don’t care
tah apo apo.