Bunaken Terbelit Sampah

Maret 5, 2008 at 11:54 am (Tak Berkategori) (, )

PESONA Bunaken adalah pesona Sulawesi Utara. Akan tetapi, ketika pesona itu redup, nyaris dilupakan orang, hampir dapat dikatakan suramlah masa depan dunia pariwisata di Bumi Nyiur Melambai. Bunaken memang ikon dan daya tarik wisata yang kehadirannya memunculkan beragam implikasi, ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat Sulawesi Utara.Tidak susah mencapai Bunaken bila Anda berada di Manado. Dari panjang garis pantai Kota Manado sepanjang 18 kilometer, setiap saat kita bisa mencapai pulau yang terletak pada posisi barat laut.Mau berangkat pagi, siang, ataupun malam hari, Bunaken mudah dijangkau dengan pelang (perahu motor), speedboat, ataupun kapal motor bentuk katamaran dengan lama perjalanan 45 menit.Ada juga taksi laut, perahu motor rakyat yang biasanya tambat di Pasar Jengki (Bersehati). Sekali naik dikenai tarif Rp 5.000 per orang. Sayang, angkutan rakyat hanya pada waktu tertentu, biasanya waktu pagi sekitar pukul 06.00 dan sore hari sekitar pukul 14.00Apabila Anda berkantong tebal, bisa menyewa pelang dengan kapasitas angkut tujuh sampai delapan orang dengan sewa Rp 250.000 pergi-pulang selama empat sampai enam jam.Akan tetapi, setelah naik pelang, bagi Anda yang akan menikmati keindahan bawah laut harus menyewa lagi perahu katamaran yang di bagian bawahnya terdapat kaca besar sehingga bisa menyaksikan taman laut dari permukaan selama dua jam. Untuk itu juga dikenai tarif Rp 150.000.Bunaken memang bisa dijangkau dari segala arah. Dari Hotel Santika yang terletak di kawasan Tongkaina, sekitar 30 menit perjalanan dari Manado, kita bisa mencapai Bunaken hanya dalam waktu 15 menit menggunakan speedboat.Keunggulan lain, kondisi Bunaken bisa digunakan oleh semua level pengunjung untuk melakukan rekreasi bahari. Maksudnya, sekalipun tidak melakukan penyelaman, pengunjung bisa menikmati dengan perahu kaca atau berenang dengan menggunakan masker.Kondisi seperti ini tidak dimiliki di tempat lain dan keindahan bahari Taman Laut Bunaken sudah dapat dilihat pada kedalaman laut 2-3 meter. Bila menyelam pada kedalaman 50-60 meter, tampak lebih memesona.“Banyak orang yang menyelam melihat Taman Laut Bunaken tidak terasa sudah mencapai kedalaman 50 meter. Padahal, sesuai rekomendasi, penyelam hanya bisa sampai pada kedalaman maksimal 30 meter. Itu karena pengaruh air lautnya bening dan keindahan menatap berbagai terumbu karang dan biota laut lainnya yang ada di Bunaken,” ungkapnya.Untuk tinggal di Bunaken tersedia penginapan bentuk cottage dengan sewa bervariasi dari Rp 75.000 per orang sampai bertarif 125 dollar AS plus makan tiga kali sehari.NAMUN, Bunaken dari hari ke hari yang diminati banyak orang kurang terpelihara. Aset wisata dunia itu merana akibat pengelolaan yang tidak profesional. Masalah klasik sampah dan tidak adanya air bersih menjadi persoalan dari tahun ke tahun.Belakangan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menetapkan tarif masuk Bunaken bagi orang asing sebesar Rp 50.000 untuk karcis harian dan Rp 150.000 untuk pin tanda masuk selama setahun. Pin atau karcis tersebut harus dikantongi selama berada di Bunaken. Bagi turis lokal dikenai biaya Rp 2.500 karcis harian.Direktur Eksekutif Dewan Pengelola Taman Laut Bunaken Reinhart Paat mengatakan, sistem tarif model pin diadopsi dari sistem Bonaire Marine Park yang berhasil meraup 40.000 dollar AS setahun. Sedangkan sejak penerapan sistem pin itu tahun 2002, Pemprov Sulut mendapat pemasukan dana sebesar Rp 1 miliar, tetapi 20 persen dikembalikan kepada daerah tingkat dua Manado dan Minahasa. Sisa 80 persen dialokasikan untuk konservasi taman laut dan masyarakat setempat.Kesimpulannya menyatakan biota laut di perairan Pulau Bunaken dan sekitarnya paling padat, lengkap, dan subur di dunia sehingga dapat dipastikan perairan ini bisa menjadi daerah tujuan wisata selam yang membutuhkan perlindungan dan pelestarian dari pemerintah. Tentu pembangunan prasarana wisata. “Jangan hanya mau cicipi enaknya saja, tarik duit, tetapi lupa mengurus,” kata seorang pengamat.

Tulis sebuah Komentar