Laut Masa Depanku

Januari 8, 2008 at 3:32 pm (Tak Berkategori) (, , )

Karunia berupa lautan luas sekira 5,8 juta km2 misalnya,di dalamnya mengandung potensi perikanan sebanyak 6,7 juta ton per tahun. Di dasar laut perairan Indonesia, terdapat cekungan bumi yang berpotensi mengandung minyak dan gas bumi atau hidrokarbon. Sedangkan permukaan air lautnya, secara berkelanjutan dimanfaatkan menjadi alur pelayaran dunia, khususnya di selat Malaka dan jalur-jalur pelayaran melalui alur laut kepulauan Indonesia.

Garis pantai sepanjang 81.000 km bisa digunakan sebagai tempat pariwisata bahari yang menakjubkan dan merupakan areal potensial untuk memperkuat budidaya perikanan. Dan tentu saja, tidak sedikit tenaga kerja yang diserap oleh sektor maritim ini. Dengan kata lain Indonesia sebagai negara kepulauan, memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif secara global dalam percaturan ekonomi internasional.Kekayaan laut yang terhampar di kepulauan nusantara, tidak terlepas dari sejarah pembentukan kepulauan Indonesia sejak jutaan tahun silam.

Namun, terlepas dari seluruh kelebihan tersebut, terdapat hal yang bertolak belakang dari kenyataan yang diharapkan. Banyaknya kegiatan-kegiatan yang akhirnya berujung pada pengrusakan dunia perairanterjadi dimana-mana. Hal tersebut sungguhlah menyedihkan, dikarenakan dengan adanya kerusakan tersebut, laut kita yang dahulunya begitu indah ibarat permata dan mutiara yang menghiasi mahkota raja,kini bagaikan kubangan sampah yang tiada guna tanpa memiliki daya tarik, nilai seni, maupun estetika. Lalu dari sekian banyak disorakkan oleh para aktivis lingkungan hidup berkenaan konsep pemulihan dan penjagaan yang memiliki visi dan misi yang jelas, namun belum terlihat perubahan yang signifikan. Masalah tersebut belum ditambah dengan konsep pemulihan secara garis besar yang diharapkan berguna untuk penentuan perumusan secara operasional dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan yang sama sekali belum terealisir dengan baik. Diperirakan hal itu dapat terjadi dikarenakan perencanaan kegiatan yang telah diusulkan belum dipersiapkan secara matang dan hanya melihat melihat dari satu sisi atau secara sepihak saja.

Keinginan untuk mewujudkan negara memiliki lautan dengan jutaan keindahan yang terhampar di hampir seluruh bagian negara yang ada, bukan hanya sebuah angan-angan tanpa dapat diwujudkan. Jika berpendapat begitu, tentunya salah besar. Hal tersebut dapat diwujudkan, tentunya dengan partisipasi sluruh warga negara tentunya. Juga diperlukan penyuluhan-penyuluhan mengenai hal ini, iklan-iklan di media elektronik atau media cetak, serta penanaman wawasan yang luas mengenai penjagaan lingkungan sejak dini dari setiap orang tua kepada anaknya. Sehingga diharapkan terbentuknya suatu jati diri baru yang memiliki tekad yang kuat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan yang ada terutama dikhususkan pada lautan.

Keindahan dan kejayaan perairan kita yaitu perairan Indonesia tentu sangat beralasan. Sebab jika dilihat dari aspek geografis, dua pertiga wilayah nusantara merupakan lautan. Bangsa kita juga dijuluki negara kepulauan terbesar. Dengan jumlah pulau menurut data yang ada kurang lebih sekitar 13.447 pulau. Tapi kejayaan maritim masa lalu seolah-olah telah “meredup”. Walaupun kekayaan maritim ditunjang oleh resources endowment yang terhampar di kepulaun nusantara, yang merupakan karunia Tuhan YME terhadap bangsa kita. Hingga sekarang karya itu belum mampu didayagunakan untuk menyangga kemakmuran rakyatnya. Tentulah berlainan, karena di lautan yang terbentang begitu luas tersebut menyimpan kekayaan yang melimpah ruah bak harta yang terpendam. Namun hanya dipakai dengan cara yang salah. Diantaranya dengan menggunakan pukat harimau. Pukat harimau dapat sekaligus menangkap ikan-ikan yang masih kecil yang tentunya akan dibuang ulang karena masih belum cukup besar untuk ditangkap. Selain itu ada pula yang menggunakan bom. Tentunya dampak dari bom tersebut memberi dampak negatif yang berkepanjangan. Yaitu dapat menghancurkan berbagai terumbu karang dan makhluk hidup bawah laut lainnya. Entah mengapa larangan untuk menggunakan barang tersebut sudah ada namun masih saja tetap dilanggar. Hal ini tentunya perlu diberi perhatian lebih khusus lagi. Sehingga diharapkan dari perbaikan – perbaikan yang ada dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan upaya pelestarian lingkungan hidup khususnya terhadap lingkup perairan.

Jadi dimulai dari saat ini jugalah diaharapkan kesadaran dari berbagai pihak yang ada, dapat mengikuti dan melaksanakannya. Upaya ini dilakukan bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri saja atau hanya lebih diutamakan kenginan absolutisme dan keegoisan secara sepihak saja. Namun ini lebih dititikberatkan kepada kelangsungan kekayaan alam yang tiada taranya dan tak dapat tergantikan itu agar tidak punah seperti layaknya hewan-hewan yang sekarang ini banyak dilindungi dikarenakan jumlahnya yang sudah mulai berkurang. Biarkanlah kita semua yang diberi oleh Tuhan YME untuk hidup di masa sekarang ini dapat menjaga dan melestarikan kelangsungan budidaya perairan kita ini agar kelak anak cucu kita atau bahkan keturunan –keturunan kita nanti masih dapat melihat dan mengetahui betapa besar dan banyaknya kekayaan alam yang kita miliki ini.
Ini Saya tulis demi menumpahkan segala isi hati saya saat ini mengenai keadaan alam yang kita miliki saat ini….

1 Tanggapan

  1. Johan Suryantoro berkata,

    Siip dah. Artikel pertama yang bagus. Terus bikin postingan ya. Akses internetnya pakai telkomselflash atau indosatgprs (im3)?

Tulis sebuah Komentar